Twitter Uji Fitur Baru Demi Memperbaiki Citra Negatif

Twitter sedang berupaya meningkatkan citranya, yang baru-baru ini menjadi kurang dikenal oleh publik. Situs jejaring sosial ini disebut komunitas sebagai tempat yang penuh dengan kebencian, kemarahan, dan berita palsu.

Menurut Bloomberg, Twitter berharap bahwa dengan memungkinkan pengguna membatasi pengguna lain yang dapat merespons unggahan twit mereka, permusuhan ekstrem yang saat ini memperburuk citra Twitter akan berkurang.

Pengguna terpilih yang ingin menguji fitur baru ini dapat memilih satu dari empat pilihan ketika pengguna lain memutuskan untuk merespons tweet mereka. Pengaturan ini meliputi: semua orang, pengunggah Twitter, pengguna yang dirujuk di Twitter dan tidak ada.

Direktur Twitter Kayvon Beykpour mengumumkan fitur baru di acara CES di Las Vegas dan mengatakan motivasi utama untuk kehadiran fitur ini adalah kontrol. Beykpour mengatakan perusahaan akan lebih mengontrol penulis dan pengunggah tweet, serta metode yang digunakan untuk berkomunikasi di dunia nyata.

Saat ini, percakapan publik sedang dilakukan di Twitter oleh pengguna yang mengunggah hal-hal yang dapat dilihat dan dijawab oleh pengguna lain di seluruh dunia, atau melalui percakapan pribadi melalui fitur Pesan Langsung (DM).

Pada bulan November, Twitter mulai menghadirkan peluang untuk menyembunyikan respons tertentu terhadap tweet yang diunggah pengguna, dalam upaya mencegah debat sengit di antara pengguna.

Sekarang Twitter memperkuat upayanya dengan memungkinkan pengguna untuk memblokir pengguna lain agar tidak menanggapi unggahan mereka. Fitur ini diluncurkan untuk beberapa pengguna sebagai bagian dari pengujian pertama.

Setelah tes selesai, Twitter mengklaim segera meluncurkannya ke semua pengguna aktivitas jejaring sosialnya. Salah satu pendiri dan CEO Twitter Jack Dorsey juga mencatat bahwa meningkatkan kondisi kenyamanan bagi pengguna Twitter adalah prioritas utamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *